Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) sebagai langkah strategis mencapai swasembada energi.
KOSONGSATU.ID—Dalam acara Tasyakuran HUT ke-1 Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Jakarta, Rabu (11/3/2026), Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk melepaskan ketergantungan pada energi fosil impor.
“Kita akan melaksanakan elektrifikasi. Energi terbarukan dari surya, dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan membangun energi 100 GW. Itu sudah perintah saya, keputusan saya. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini,” tegas Prabowo.
Krisis Global Jadi Momentum Percepatan
Ketergantungan Indonesia pada impor energi fosil mencapai 80 persen dari total bauran energi nasional. Krisis geopolitik yang memanas di Timur Tengah, termasuk penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz, telah melumpuhkan rantai pasok minyak global dan memicu lonjakan harga BBM dunia.
Situasi ini menempatkan Indonesia pada posisi rentan. Namun, Prabowo justru melihat krisis global sebagai momentum berharga untuk mempercepat transisi energi. Ancaman energi dunia diubah menjadi peluang percepatan di dalam negeri.
Diversifikasi Bioenergi dari Komoditas Lokal
Selain PLTS, pemerintah juga mengoptimalkan sektor pertanian untuk menghasilkan bahan bakar alternatif. Kelapa sawit disiapkan menjadi biodiesel dan substitusi bensin murni. Jagung, tebu, dan singkong akan diproses menjadi bioetanol berkualitas tinggi menggunakan teknologi terkini.
Target ambisius ini mematok batas waktu yang ketat. Pemerintah menargetkan swasembada energi terwujud utuh dalam waktu empat tahun, sebelum pergantian dekade menuju 2030.
Dampak ke Pasar dan Tantangan ke Depan
Langkah berani ini langsung memberikan sinyal positif ke bursa saham dan pasar. Investor di sektor energi terbarukan dunia merespons dengan antusias. Kementerian terkait diminta bergerak tanpa birokrasi berbelit dengan refocusing anggaran menjadi prioritas utama.




Tinggalkan Balasan