Israel murka setelah PBB memasukkannya ke daftar pelanggar kekerasan seksual terkait konflik bersenjata. Tel Aviv langsung memutus hubungan dengan Sekjen PBB Antonio Guterres.
KOSONGSATU.ID — Bangsa-Bangsa (PBB) resmi memasukkan Israel ke dalam daftar pihak yang diduga bertanggung jawab atas kekerasan seksual terkait konflik bersenjata. Keputusan itu tercantum dalam laporan tahunan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang dirilis Jumat, 29 Mei 2026. Reuters
Langkah tersebut memicu kemarahan pemerintah Israel. Tel Aviv menilai PBB telah menyamakan Israel dengan kelompok bersenjata seperti Hamas yang lebih dulu masuk dalam daftar serupa sejak perang pecah pada 2023.
Tel Aviv Putus Hubungan
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengumumkan negaranya tidak lagi menjalin kontak dengan kantor Sekretaris Jenderal PBB.
“Keputusan memasukkan Israel ke daftar hitam dan menuduh kami menggunakan kekerasan seksual sebagai senjata perang adalah keputusan yang keterlaluan,” kata Danon, 28 Mei 2026.
Ia juga mengecam keputusan yang menempatkan Israel dalam daftar yang sama dengan Hamas. Menurut Danon, langkah itu menunjukkan kegagalan moral PBB dalam melihat konteks konflik yang sedang berlangsung.
Kementerian Luar Negeri Israel ikut mengecam laporan tersebut. Tel Aviv menuduh PBB semakin bersikap bias dan menjadikan isu hak asasi manusia sebagai alat tekanan politik terhadap Israel.
PBB Tetap Buka Jalur Diplomasi
Meski Israel memutus hubungan, PBB menyatakan tetap membuka ruang komunikasi. Juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, mengatakan kantor Antonio Guterres tidak menutup pintu dialog.
“Dari pihak kami, pintu sekretaris jenderal tetap terbuka,” ujar Dujarric.
Dalam laporan itu, PBB menyebut terdapat informasi yang dianggap kredibel mengenai kekerasan seksual terhadap tahanan Palestina di penjara dan pusat penahanan Israel. Temuan yang dicatat meliputi dugaan pemerkosaan, penyiksaan seksual, kekerasan pada alat kelamin, pemaksaan telanjang, hingga perlakuan merendahkan terhadap tahanan.




Tinggalkan Balasan