Syukur Diwujudkan melalui Kepedulian Sosial
Ketua Umum JKPHS, Pujiarti, mengatakan kegiatan itu menjadi wadah silaturahmi sekaligus syiar ajaran Tarekat Shiddiqiyyah di Purwodadi.
“Suasana hari ini sangat semarak. Itu menandakan acara silaturahmi menjadi medan magnet Shiddiqiyyah yang tak akan padam dalam perjuangan fii sabilillah, terutama La ilaha illallah,” kata Pujiarti.
Ibu Nyai Shofwatul Ummah menegaskan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia harus diwujudkan melalui kepedulian sosial, bukan hanya ibadah ritual.
Wujud kepedulian itu antara lain pembangunan 135 unit Rumah Syukur dan penyaluran 114 paket santunan kepada kaum duafa. Setiap penerima memperoleh bantuan uang tunai sebesar Rp250 ribu.
Warga yang hadir juga menghimpun sedekah spontan sebesar Rp210 juta dengan semangat S3, yaitu Silaturahmi, Santun, dan Sedekah.
Pada akhir acara, wilayah Blitar, Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan terpilih melalui pengundian sebagai tuan rumah TTBH 1449 Hijriah.
“Pilihan Allah lebih bermanfaat, lebih utama, dan lebih besar daripada pilihan kehendak manusia,” kata Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi.****




Tinggalkan Balasan