Muhammadiyah mengecam agresi AS-Israel ke Iran dan mendesak PBB bertindak tegas jatuhkan sanksi demi menjaga stabilitas dunia.
KOSONGSATU. ID – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik berdarah di Timur Tengah. Organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia ini mengecam keras serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Republik Islam Iran pada Sabtu (29/2/2026) lalu.
Agresi mematikan tersebut tidak hanya merusak tatanan perdamaian, tetapi juga merenggut nyawa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
Pelanggaran Berat Hukum Internasional
Muhammadiyah menilai serangan gabungan AS dan Israel bukan sekadar aksi militer biasa. Tindakan tersebut menginjak-injak hak asasi manusia, melanggar hukum internasional, dan mengabaikan berbagai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menopang perdamaian dunia.
Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, menegaskan bahwa komunitas global tidak boleh membiarkan arogansi militer ini berlanjut tanpa konsekuensi. Ia menuntut PBB mengambil langkah konkret secepatnya.
”Kami mendesak agar Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak lagi berdiam diri dan segera menjatuhkan sanksi hukum serta politik yang nyata terhadap pihak-pihak yang dinilai telah melanggar kedaulatan negara lain,” kata Syafiq di Yogyakarta, Senin (2/3/2026).

Seruan Menahan Diri dan Mengedepankan Dialog
Serangan AS dan Israel memicu rentetan pembalasan. Iran merespons dengan meluncurkan serangan balik ke wilayah Israel dan sejumlah basis militer AS di Timur Tengah. Sayangnya, eskalasi ini turut menjatuhkan korban jiwa di beberapa negara Arab sekitarnya.
Menyikapi jatuhnya korban sipil dari berbagai pihak, PP Muhammadiyah menyampaikan belasungkawa yang setara. Mereka memperingatkan bahwa konflik balasan hanya akan menghancurkan peradaban jika terus dibiarkan.
”Kami juga meminta agar Iran dan negara-negara Arab saling menahan diri serta mengedepankan dialog demi menjaga stabilitas kawasan,” ujar Syafiq. Ia menambahkan bahwa pendekatan diplomasi mutlak perlu sebagai solusi final, guna mencegah konflik sesama negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) semakin meruncing.
Hentikan Genosida di Palestina
Di tengah memanasnya krisis Iran-Israel, Muhammadiyah mengingatkan dunia internasional agar tidak melupakan akar penderitaan di Timur Tengah. Mereka mendorong PBB dan OKI untuk bersinergi dan mengambil tindakan tegas guna menghentikan praktik genosida yang menimpa bangsa Palestina.
Fokus utama Muhammadiyah adalah menghentikan segala bentuk kekerasan di kawasan tersebut. Jika PBB kembali gagal bertindak, ketegangan antarnegara dipastikan akan semakin meluas dan menelan lebih banyak korban jiwa tak bersalah.
Sebagai penutup pernyataan resminya, PP Muhammadiyah mengajak seluruh negara, lembaga multilateral, tokoh agama, dan elemen masyarakat sipil dunia untuk merapatkan barisan. Langkah kolektif ini sangat penting untuk menciptakan keadilan global dan menolak segala bentuk kesewenang-wenangan di muka bumi.***





Tinggalkan Balasan