“IRGC Iran mendukung pilihan Dewan Ahli yang terhormat, siap menyatakan kesetiaan penuh kepada Mojtaba Khamenei, serta menjaga nilai-nilai Revolusi Islam dan melindungi warisan berharga para imam revolusi—Imam Ruhollah Khomeini dan Imam Ali Khamenei,” demikian bunyi pernyataan resmi IRGC, 9 Maret 2026.
Pengalaman di Balik Layar Pemerintahan
Vali R Nasr, ahli Iran dari Universitas Johns Hopkins, menilai Mojtaba adalah pilihan logis di saat krisis karena kemampuannya mengonsolidasikan kekuasaan dengan cepat. “Ia bisa cepat mengonsolidasikan kekuasaan dan menegaskan kendali atas sistem. Ini karena Mojtaba selama bertahun-tahun telah menjadi tokoh yang sangat berpengaruh di lingkaran dalam ayahnya,” paparnya.
Mojtaba dikenal luas sebagai arsitek di balik layar kebijakan garis keras Iran. Meski tidak pernah menduduki posisi formal, ia memiliki akses dan pengaruh yang menentukan dalam berbagai keputusan strategis negara selama dekade terakhir.
Sikap Konfrontatif di Hadapan Tekanan
Pemilihan Mojtaba terjadi di saat Iran berada dalam tekanan maksimum. Operasi militer AS-Israel telah memasuki hari kesepuluh, menargetkan infrastruktur militer dan energi. Namun, alih-alih melunak, Teheran justru menunjukkan sikap paling konfrontatif.
Para pengamat menilai Iran memilih pemimpin yang memiliki ikatan emosional dan ideologis terkuat untuk melanjutkan perlawanan. Alan Eyre, mantan diplomat AS dan spesialis Iran, menyebut Mojtaba memiliki motivasi besar untuk membalas.
“Mojtaba bahkan lebih keras dan lebih garis keras daripada ayahnya. Dia akan membalas dendam besar-besaran,” ujar Eyre.
Alex Vatanka dari Middle East Institute menambahkan bahwa pilihan ini menegaskan arah kebijakan Iran ke depan. “Ini adalah pilihan garis keras, dibuat di saat yang keras. Tidak ada yang muncul sekarang akan bisa berkompromi,” katanya.
Dukungan Internal yang Kokoh
Di dalam negeri, pemilihan Mojtaba mendapatkan respons positif dari berbagai elemen. Selain IRGC, basis massa tradisional dan kalangan ulama memberikan dukungan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun dihantam tekanan eksternal, stabilitas politik Iran tetap terjaga.




Tinggalkan Balasan