Mojtaba Khamenei bersuara setelah gencatan senjata disepakati, sambil menegaskan Iran tidak akan mundur.
KOSONGSATU.ID — Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan pernyataan resmi pada Kamis, 9 April 2026, saat gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat mulai diuji oleh perkembangan baru di Lebanon. Pesan itu dibacakan di televisi pemerintah Iran.
Dalam pernyataan itu, Mojtaba mengklaim Iran keluar sebagai pemenang dari perang yang pecah sejak 28 Februari 2026. Ia juga menegaskan Teheran tidak mencari perang, tetapi tidak akan melepaskan hak-hak yang dianggap sah.
“Kami tidak akan membiarkan para agresor lolos tanpa hukuman,” kata Mojtaba dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Kamis, 9 April 2026. Ia juga menegaskan Iran akan menuntut ganti rugi atas kerusakan akibat perang.
Hormuz dan Lebanon jadi batu uji
Pernyataan itu muncul setelah gencatan senjata dua pekan dimediasi Pakistan dan membuka jalan bagi perundingan lanjutan Iran-AS di Islamabad pada Sabtu, 11 April 2026. Namun, jalannya jeda tempur itu segera diguncang serangan baru Israel ke Lebanon.
Reuters melaporkan serangan besar Israel di Lebanon pada Rabu, 8 April 2026, menewaskan lebih dari 300 orang. Israel menyatakan Lebanon tidak termasuk dalam skema gencatan senjata, sedangkan Iran dan Pakistan berpendapat sebaliknya.
Di saat yang sama, Mojtaba juga menyinggung Selat Hormuz sebagai instrumen tekanan baru. Isu jalur energi itu kini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam negosiasi yang masih rapuh.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai serangan Israel ke Lebanon menunjukkan penipuan dan ketidakpatuhan, serta berisiko membuat perundingan kehilangan makna. Karena itu, arah pertemuan Islamabad kini sangat bergantung pada apakah eskalasi di Lebanon bisa diredam.***




Tinggalkan Balasan