Juru bicara Google mengatakan kasus ini salah memahami YouTube yang merupakan platform streaming yang dibangun secara bertanggung jawab, bukan situs media sosial.

Pembagian Ganti Rugi dan Dampak Lebih Luas

Meta diwajibkan menanggung 70 persen dari total ganti rugi atau sekitar 4,2 juta dolar AS, sementara Google menanggung sisanya 30 persen atau 1,8 juta dolar AS.

Putusan ini keluar sehari setelah juri di New Mexico juga menjatuhkan vonis bersalah kepada Meta dalam kasus terpisah terkait perlindungan anak.

Mike Proulx, direktur riset Forrester, mengatakan dua putusan beruntun ini menandai “titik puncak” antara perusahaan media sosial dan publik.

“Sentimen negatif terhadap media sosial telah terakumulasi selama bertahun-tahun, dan kini akhirnya meledak,” ujar Proulx.

Eksekutif Meta Bersaksi

Dalam persidangan yang berlangsung lima pekan itu, Ketua dan CEO Meta Mark Zuckerberg bersaksi pada Februari lalu. Ia mengandalkan kebijakan perusahaannya yang tidak mengizinkan pengguna di bawah 13 tahun di platform mana pun.

Ketika dihadapkan dengan riset internal dan dokumen yang menunjukkan Meta mengetahui anak-anak menggunakan platformnya, Zuckerberg menyatakan ia “selalu berharap” ada kemajuan lebih cepat untuk mengidentifikasi pengguna di bawah 13 tahun.

Snap dan TikTok awalnya juga menjadi tergugat dalam kasus ini, namun keduanya telah mencapai penyelesaian di luar pengadilan dengan Kaley sebelum persidangan dimulai.

Kasus serupa terhadap Meta dan platform media sosial lainnya atas dugaan dampak buruk pada anak-anak dijadwalkan mulai disidangkan di pengadilan federal California pada Juni mendatang.***