Iran memakai perang asimetris untuk melawan negara adidaya. Taktik cerdik ini ampuh menguras ekonomi serta mental musuh perlahan.


KOSONGSATU. ID – ​Secara sederhana, perang asimetris terjadi ketika dua kubu yang berkonflik memiliki kekuatan yang tidak seimbang. Pihak yang lebih lemah menyadari bahwa mereka mustahil menang jika bertempur secara konvensional, seperti mengadu tank atau pesawat tempur secara langsung.

Oleh karena itu, mereka mengeksploitasi titik lemah lawan melalui metode non-konvensional. ​Prinsip utamanya adalah menghindari konfrontasi di area terkuat musuh.

Alih-alih bertarung di laut terbuka, mereka menyerang jalur logistik, pangkalan militer asing, ekonomi, hingga opini publik lawan.

Iran menjadikan taktik ini sebagai ujung tombak pertahanan mereka untuk memperpanjang durasi konflik, sehingga biaya perang menjadi terlalu mahal bagi musuh.

​Tiga Pilar “Pertahanan di Luar Batas Negara”

​Iran menamai strategi mereka sebagai ‘Forward Defense’. Mereka mengaplikasikan perang asimetris ini melalui tiga pilar utama:

Pertama, Iran mendanai dan melatih jaringan proksi di berbagai negara. Taktik ini memberikan Iran celah untuk membantah keterlibatan langsung secara resmi (plausible deniability), namun mereka tetap leluasa menekan pergerakan musuh.

​Kedua, Iran mengandalkan Swarm Tactics atau taktik kerumunan di Selat Hormuz. Mereka sadar tidak memiliki armada kapal induk raksasa. Solusinya, Iran mengerahkan ribuan kapal cepat kecil yang membawa peluru kendali.

Saat konflik pecah, kapal-kapal ini akan menyergap kapal besar musuh dari berbagai arah, layaknya sekawanan lebah yang menyengat seekor beruang secara serentak.

Ketiga, pengembangan rudal balistik dan drone murah.

Iran memproduksi drone tipe Shahed secara massal untuk menguras sistem pertahanan udara musuh yang harganya selangit, seperti Patriot atau Iron Dome.

Bayangkan saja secara matematis, musuh harus menembakkan rudal pencegat seharga USD2.000.000 hanya untuk menjatuhkan satu buah drone Iran yang harganya sekitar USD20.000.

Ini murni kemenangan ekonomi.

​Tokoh Kunci di Balik Layar

​Strategi matang ini tidak lepas dari pemikiran para arsitek militer dan diplomasi Iran.