Ali Larijani memakai filsafat Immanuel Kant untuk menyusun doktrin perang asimetris Iran agar Amerika Serikat kelelahan.
KOSONGSATU. ID – Strategi keamanan nasional kerap lahir dari hitungan matematis kekuatan militer. Namun, tokoh politik Iran, Ali Larijani, justru merumuskan grand strategy pertahanan negaranya menggunakan teori filsafat.
Pendekatan ini melahirkan doktrin perang asimetris yang sukses merepotkan negara adidaya.
Cikal bakal strategi ini terungkap pada sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2015 silam. Saat itu, Larijani bertemu dengan diplomat kawakan Amerika Serikat, Henry Kissinger. Dalam interaksi tersebut, Kissinger melempar pertanyaan tajam mengenai masa depan Iran.
Kissinger bertanya kapan Iran berencana meninggalkan ideologi revolusionernya dan mulai bersikap pragmatis akibat “kelelahan” berkonflik. Menghadapi sindiran tersebut, Larijani langsung membalikkan posisi lawan bicaranya. Ia justru bertanya balik, kapan Amerika Serikat yang akan merasa kelelahan.
Adaptasi Teori Kelelahan Immanuel Kant
Jawaban Larijani bukan sekadar gertakan diplomasi semata. Ia mengambil fondasi pemikirannya dari filsuf besar, Immanuel Kant, khususnya gagasan mengenai perpetual peace (perdamaian abadi).




0 Komentar