Mangkubumi dan Raden Mas Said membagi wilayah perlawanan secara strategis: Raden Mas Said bergerak di bagian timur — dari Surakarta menuju Madiun, Ponorogo, dan Sukowati — sementara Mangkubumi menekan wilayah barat dan pesisir.
Pembagian ini menjadikan Jawa Timur, termasuk Madiun, sebagai medan pertempuran aktif sekaligus jalur logistik vital bagi kubu pemberontak.
“Dengan satu pukulan, para pemberontak berhasil menguasai dua distrik terpenting dan terpadat di Pulau Jawa, Ponorogo dan Madiun.”— Baron van Hohendorff, Gubernur VOC Pesisir Timur Laut Jawa, 1752

Brang Wetan sebagai Medan dan Taruhan
Inilah konteks di mana Mangkudipuro harus memilih. Sebagai Bupati Wedana Mancanegara Timur yang ditunjuk Mataram, ia secara formal bertugas mempertahankan wilayahnya dari gangguan. Namun, pemberontak yang “mengganggu” itu dipimpin oleh Mangkubumi dan Sambernyawa — dua figur yang mendapat simpati luas di kalangan rakyat Madiun, sebagian justru karena ketidakpuasan terhadap otoritas Pakubuwana III yang dianggap terlalu patuh pada VOC.
Laporan historis mencatat bahwa setelah Mangkubumi merebut Madiun pada akhir September 1752, banyak rakyat setempat yang kemudian ikut serta dalam barisan perjuangan. Penaklukan lembah Sungai Madiun — wilayah subur dan berpenduduk padat — menjadi momen konsolidasi penting bagi Mangkubumi.
Brang Wetan bukan sekadar medan tempur; ia adalah sumber daya manusia dan pangan yang diperebutkan kedua pihak.
Pada 1753, menurut buku Samber Nyawa karya M.C. Ricklefs, seluruh wilayah Mancanegara Timur telah berada di bawah kendali para pemberontak. Mangkudipuro, yang sejak 1725 memimpin wilayah ini, kini berhadapan dengan kenyataan bahwa kekuasaan de facto telah berpindah tangan.
Giyanti 1755: Akhir Perang, Awal Tekanan Ganda
Perang berakhir dengan Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755, yang membelah Mataram menjadi Kasunanan Surakarta di bawah Pakubuwana III dan Kasultanan Yogyakarta di bawah Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengkubuwana I. Madiun ditetapkan masuk wilayah Yogyakarta.




Tinggalkan Balasan