Garuda Indonesia & Saudia: Sebagai pengangkut utama jemaah Indonesia, keduanya harus menyusun rute alternatif yang lebih jauh namun aman.
Maskapai Teluk: Emirates, Etihad, dan Qatar Airways memiliki ketergantungan tinggi pada ruang udara regional. Jika Teluk menjadi zona militer aktif, efisiensi operasional mereka akan terganggu drastis.
Lainnya: Singapore Airlines dan Malaysia Airlines juga tetap rentan terhadap guncangan biaya operasional global.
Meskipun pembatalan total Haji 2026 hanya mungkin terjadi dalam skenario ekstrem, tantangan nyata di depan mata adalah soal kompleksitas logistik dan membengkaknya biaya.
Selama wilayah Hijaz (Mekkah-Madinah) tetap aman, haji kemungkinan besar tetap berjalan, namun dengan harga dan risiko yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya.***



0 Komentar