Lintas Iman, Lintas Zaman
Apa yang terjadi di Ploso hari itu lebih dari sekadar kunjungan antar-pemuka agama. Itu adalah cermin bahwa nilai-nilai kebangsaan bisa menjadi jembatan antara keyakinan yang berbeda.
Ketika seorang resi Hindu mengakui seorang kiai Muslim sebagai guru bangsa, maka itu adalah pesan kuat: bahwa Indonesia dibangun bukan dari satu suara, tetapi dari harmoni.
Dan di tengah gelisahnya kondisi bangsa, pertemuan seperti inilah yang memberi harapan. Bahwa masih ada mereka yang memilih jalan persaudaraan. Yang memahami bahwa keindonesiaan kita dibangun dari keragaman, bukan dari keseragaman.
Dan bahwa bangsa ini, jika ingin utuh berdiri, harus dirawat oleh cinta dari semua anaknya—tanpa memandang agama apa yang mereka peluk, asal niatnya tulus untuk tanah air yang sama.***



Tinggalkan Balasan