Perwakilan Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Kemensos, Early Febri, membantah klaim tersebut ketika tim Cek Fakta Liputan6.com meminta konfirmasi.

“Ini hoax,” kata Early pada Rabu, 15 Juli 2026.

Kemensos sebelumnya juga membantah rumor serupa. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan pada April 2026 bahwa pemerintah tidak memotong bansos ataupun mengalihkan anggarannya untuk program lain.

“Yang benar, bansos tidak akan dikurangi. Baik jumlah penerimanya maupun nominal yang harus diterima oleh masyarakat. Tidak ada pengalihan anggaran bansos untuk program lain,” kata Gus Ipul saat itu.

Cara Memastikan Status Penerima

Masyarakat dapat memeriksa status penerimaan bansos melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan.

Kemensos mengimbau masyarakat agar tidak mengeklik tautan pendaftaran bansos yang disebarkan melalui kanal tidak resmi. Sejumlah tautan semacam itu telah diidentifikasi sebagai modus penipuan.

Masyarakat juga diminta mengandalkan informasi dari kanal resmi Kemensos untuk memastikan jadwal pencairan, nominal bantuan, dan status penerima.***