Senator Kanada Yuen Pau Woo menyebut Indonesia kian penting dalam tatanan global, terutama di bawah Presiden Prabowo Subianto.


KOSONGSATU.ID – Kanada melihat Indonesia bukan lagi sekadar pasar besar di Asia Tenggara. Senator Kanada dari British Columbia, Yuen Pau Woo, menyebut Indonesia sebagai mitra penting dalam dunia yang tak lagi bertumpu pada satu pusat kekuasaan.

Pernyataan itu disampaikan Woo saat membahas Rancangan Undang-Undang C-18 tentang pelaksanaan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Kanada-Indonesia di Senat Kanada, Ottawa, Rabu, 15 April 2026.

Woo menilai kerja sama Kanada-Indonesia tidak berhenti pada urusan dagang. Menurut dia, hubungan kedua negara juga menyangkut cara Kanada menempatkan diri dalam tatanan dunia yang makin multipolar.

“Sejak merdeka pada 1945, Indonesia telah menjadi pemain berpengaruh dalam urusan internasional, dan di bawah Presiden Prabowo Subianto, negara ini tampaknya siap memainkan peran yang lebih penting lagi pada tahun-tahun mendatang,” kata Yuen Pau Woo, Senator Kanada, pada 15 April 2026.

Indonesia Dipandang Sebagai Poros

Woo menyinggung posisi historis Nusantara, dari Sriwijaya hingga Majapahit, yang sejak berabad-abad lalu telah membentuk kawasan dan memengaruhi jalur perdagangan global. Ia menyebut sentralitas Indonesia bukan cerita baru, melainkan kemunculan kembali peran lama.

Dalam pandangannya, posisi Indonesia makin penting karena menjadi negara berpenduduk terbesar keempat di dunia, negara mayoritas muslim terbesar, serta berada di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Woo juga menyoroti Selat Malaka sebagai jalur strategis yang menghubungkan dua samudra. Ia membandingkan dampaknya dengan Selat Hormuz untuk menunjukkan betapa penting posisi geografis Indonesia bagi ekonomi dunia.

Mitra Kunci Reformasi Global

Di forum global, Woo menyebut Indonesia aktif mendorong pembaruan tata kelola dunia. Ia menyinggung posisi Indonesia di BRICS, G20, ASEAN, serta dorongan reformasi Dewan Keamanan PBB, Organisasi Perdagangan Dunia, IMF, dan Bank Dunia.

Indonesia, kata Woo, juga dipandang banyak pihak sebagai pemimpin tidak resmi ASEAN. Bagi Kanada, kawasan ini bukan hanya pasar, tetapi gerbang menuju salah satu wilayah paling menentukan pada abad ke-21.

Perjanjian ekonomi Indonesia-Kanada sebelumnya ditandatangani di Jakarta untuk memperkuat hubungan dua negara G20, dengan perhatian pada perdagangan, investasi, mineral penting, dan pertumbuhan hijau.

“Perjanjian ini bukan hanya kesepakatan dagang; ini adalah sinyal bahwa Kanada siap hadir di dunia sebagaimana adanya, bukan sebagaimana dunia dulu,” ujar Woo, 15 April 2026.***