Jokowi disebut “muncul sebagai subjek berita”, dan tidak dijelaskan adanya interaksi langsung dengan Epstein pada konteks yang mereka telusuri.

Nama di dokumen tidak sama dengan bukti keterlibatan

DOJ sendiri menegaskan rilis ini berasal dari berbagai sumber kasus dan investigasi, serta memasukkan materi yang dikirim publik ke FBI—yang bisa memuat klaim sensasional atau tidak benar. 

Di sisi lain, laporan ABC Indonesia menunjukkan dokumen juga memuat nama beberapa pengusaha Indonesia dengan konteks yang beragam—antar lain Hari Tanoesodibjo dan Eka Wijaja. Ini menegaskan satu hal: jenis dokumen berbeda-beda, sehingga bobotnya tak bisa disamaratakan.***