Dokumen dari Arsip Nasional mengungkap Soekarno lahir di Ploso, Jombang, pada 6 Juni 1902—bukan di Surabaya tahun 1901 seperti versi resmi selama ini. Temuan ini membuka kembali perdebatan tentang asal-usul sang proklamator.
KOSONGSATU.ID—Temuan itu datang dari kunjungan Prof. Yon Machmudi, sejarawan dari Universitas Indonesia, ke Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan (Pusdipres) ANRI pada 16 Juni 2025. Di sana, ia mengakses sejumlah dokumen yang selama ini luput dari perhatian publik dan peneliti arus utama.
Salah satu dokumen kunci adalah formulir pendaftaran kuliah Soekarno di Technische Hoogeschool te Bandoeng (ITB), tahun 1921, yang mencantumkan informasi tempat dan tanggal lahir: Surabaya, 6 Juni 1902. Data lain memperjelas asal usul tempat itu.
Yon juga menemukan catatan pribadi ayah Soekarno, Raden Soekeni Sosrodiharjo, yang menulis jika anaknya lahir pada 6 Juni 1902. Pada tahun itu, Soekeni sedang bertugas mengajar di Ploso, yang kini masuk wilayah Kabupaten Jombang.
Catatan masa pendudukan Jepang, yang memuat daftar tokoh-tokoh penting di Jawa, juga mengonfirmasi tanggal yang sama.
Lalu mengapa selama ini Surabaya yang disebut-sebut?
“Karena secara administratif, wilayah Ploso pada awal abad ke-20 masih berada dalam Karesidenan Surabaya. Maka tak aneh jika banyak dokumen resmi menulis tempat lahir Soekarno sebagai Surabaya,” jelas Yon.

Namun, data dari Arsip Nasional memperlihatkan bahwa Raden Soekeni mulai bertugas sebagai guru di Ploso sejak 28 Desember 1901. Artinya, ketika anaknya lahir pada Juni 1902, mereka sekeluarga sudah tinggal di Ploso.
Bukan sekadar kemungkinan, bagi Yon, ini adalah titik terang.
“Logikanya sederhana. Jika ayahnya sudah bertugas di sana sejak akhir 1901, sangat wajar jika Soekarno lahir di Ploso,” ujarnya.
Bukti-bukti Makin Kuat Mengarah ke 1902
Versi sejarah resmi menyebut Sukarno lahir pada 6 Juni 1901. Narasi ini bertahan puluhan tahun, terutama setelah dikukuhkan lewat buku Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams, yang ditulis berdasarkan wawancara langsung dengan Sukarno.
Dalam buku itu, Bung Karno bahkan menyebut kelahirannya sebagai awal dari abad baru, seolah mempertegas narasi tahun 1901.
Namun menurut Yon, banyak publikasi internasional sebelum kejatuhan Soekarno justru menulis tahun 1902, antara lain:
- Current Biography Yearbook (1948),
- U.S. News & World Report (1956),
- The World Book Encyclopedia (1959),
- Leaders of Asia (1965 dan 1968),
- Asia & Pacific Review (1986),
- hingga The Riverside Dictionary of Biography (2005).
“Artinya, narasi 1902 pernah sangat kuat. Namun tergeser oleh versi resmi setelah tahun 1967,” jelasnya.
Harapan Baru dari Jombang
Kepastian bahwa Ploso merupakan lokasi kelahiran Bung Karno menjadi bahan bakar baru bagi upaya pelestarian sejarah lokal di Jombang. Peneliti dan masyarakat setempat kini mulai menggali data lisan dan peninggalan fisik yang bisa memperkuat narasi tersebut.
Jika kelahiran Bung Karno benar terjadi di Ploso, maka bukan hanya tanggal yang berubah dalam buku sejarah, tetapi juga peta geografis kelahiran nasionalisme Indonesia.
“Sejarah harus terbuka terhadap koreksi, apalagi jika ada bukti arsip yang kredibel. Narasi sejarah bukan doktrin, tapi hasil penelitian yang terus berkembang,” ujar Yon.
Ia menambahkan bahwa ANRI menyimpan banyak dokumen yang belum sepenuhnya dieksplorasi, dan mungkin saja, di antara tumpukan kertas itu, masih tersembunyi kunci untuk merekonstruksi cerita kelahiran bangsa secara lebih akurat.
Bagi masyarakat Jombang, temuan ini bukan sekadar prestise. Ini tentang keterlibatan dalam perjalanan sejarah seorang tokoh bangsa. Dan bagi ilmu sejarah Indonesia, ini adalah undangan untuk kembali menyigi fakta—bukan hanya menerima versi yang sudah mapan.
Sejarah selalu bergerak. Dan terkadang, jawabannya justru ditemukan di tempat yang selama ini luput dari pandangan: desa kecil di tepian Brantas, bernama Ploso.***




2 Komentar
Salam Berkat Rohmad Alloh Yang Maha Kuasa Untuk kita semuanya
Mohon pada Bapak Bupati kepala daerah Kabupaten Jombang segera Untuk merekomendasi hal tsb. Bahwa memang benar dan Haqqul Yaqin bahwa *Koesno* nama msaa kecil ganti nama Soekarno lahir 6-6-1902 di Ploso
Salam Berkat Rohmad Alloh Yang Maha Kuasa Untuk kita semuanya
Mohon pada Bapak Bupati kepala daerah Kabupaten Jombang segera Untuk merekomendasi hal tsb. benar dan Haqqul Yaqin bahwa *Koesno* nama msaa kecil ganti nama Soekarno lahir 6-6-1902 di Ploso