“Kami mengimbau masyarakat di bantaran sungai dan daerah cekungan untuk meningkatkan kewaspadaan. Hujan yang turun terus-menerus selama lebih dari satu jam dengan visibilitas rendah menjadi indikator risiko tinggi banjir dan genangan,” ujar Andri dalam keterangan teknisnya, Senin (16/2).

Sementara itu, Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kebencanaan BPBD DKI Jakarta melaporkan bahwa pada pukul 07.00 WIB, status Pintu Air Manggarai dan Pos Pantau Depok masih berada di level Siaga 4 (Normal). Namun, langkah mitigasi berupa penyiagaan pompa mobile telah dilakukan di titik-titik rawan genangan seperti Kemang dan Cawang untuk menghadapi potensi hujan lokal maupun kiriman sore nanti.

Analisis Dampak Transportasi dan Mitigasi

Cuaca ekstrem ini diprediksi akan berdampak signifikan pada mobilitas masyarakat di akhir pekan panjang. Potensi kemacetan parah di jalan-jalan protokol Jakarta serta gangguan perjalanan KRL Commuter Line akibat potensi gangguan sinyal atau pohon tumbang berada pada level tinggi selama jam pulang kerja.

Masyarakat direkomendasikan untuk menghindari aktivitas di bawah pohon tua atau papan reklame besar selama hujan berlangsung. Pengendara roda dua disarankan menggunakan jas hujan model setelan (baju-celana) demi keamanan berkendara di tengah hembusan angin kencang tiba-tiba.***