Rumah sakit ini pertama kali dikepung militer Israel pada November 2023, sempat dibuka kembali pada Juni 2024 sebagai satu-satunya fasilitas medis aktif di Gaza utara, lalu diduduki kembali hingga berhenti beroperasi.
Sejak Oktober 2023 hingga gencatan senjata Oktober 2025, militer Israel mencatat lebih dari 300 serangan ke RS Indonesia dan area sekitarnya. Kini gedung itu kosong — tak ada aktivitas sama sekali.
Direktur RS Indonesia, dr. Marwan Al-Sultan, dilaporkan gugur akibat serangan Israel terhadap kediamannya di Gaza barat pada Juli 2025.
MER-C mendesak Kemlu RI segera melayangkan nota protes resmi dan menuntut Israel menarik seluruh pasukannya dari Gaza. Spanduk itu memang sudah dicopot — tapi pendudukan belum berakhir.***
Halaman



Tinggalkan Balasan