Seni pertunjukan tidak hanya hadir di panggung festival. Ia dapat membuka pekerjaan bagi pelatih, penata musik, pembuat kostum, dokumentator, pengelola sanggar, pelaku perjalanan, hingga usaha kecil di sekitar lokasi pertunjukan.

Kuliner tradisional juga tidak hanya berkaitan dengan rasa. Ia membawa rantai ekonomi dari petani bahan baku, pengolah pangan, pemilik warung, perajin kemasan, hingga promosi digital.

Dengan kata lain, kebudayaan bukan sektor pinggiran. Ia dapat menjadi jaringan ekonomi yang hidup di kampung, kota kecil, dan daerah yang tidak selalu mendapat manfaat langsung dari arus investasi besar.

Masalahnya: Pemilik Budaya Sering Tidak Menjadi Penerima Manfaat Utama

Di sinilah tantangan paling besar.

Tidak sedikit tradisi lokal yang populer di media sosial, dipakai dalam promosi pariwisata, atau diproduksi ulang sebagai barang komersial, tetapi masyarakat yang menjaga tradisi itu tetap berada di lapisan pendapatan paling bawah.

Seorang penenun bisa menerima upah yang kecil, sementara nilai ekonomi kainnya melonjak setelah masuk ke butik atau pasar wisata. Kelompok seni dapat tampil berulang kali dalam acara promosi daerah, tetapi tidak memiliki posisi tawar dalam menentukan honor, hak dokumentasi, atau penggunaan karya mereka.

Komunitas adat dapat menjadi latar kampanye pariwisata, tetapi tidak selalu memperoleh bagian yang setara dari perputaran uang yang muncul setelah daerah mereka ramai dikunjungi.

Masalah tersebut bukan semata soal promosi yang kurang. Ini soal tata kelola.

Kebudayaan sering dikelola dari atas: pemerintah menyusun kalender acara, perusahaan membuat kampanye, pelaku industri membawa produk ke pasar, sementara komunitas yang memelihara pengetahuan justru ditempatkan sebagai pelengkap.

Padahal, prinsip UNESCO menegaskan pentingnya keterlibatan komunitas dalam perlindungan warisan budaya takbenda. Dalam konteks ekonomi, prinsip itu harus diterjemahkan menjadi pembagian manfaat yang jelas, persetujuan penggunaan tradisi, penguatan posisi tawar pelaku lokal, serta akses yang lebih baik terhadap pasar dan pembiayaan.