Makna Sejarah di Balik Geger Cilegon
Sejarawan memandang Geger Cilegon 1888 sebagai salah satu perlawanan petani terbesar di Jawa pada abad ke-19. Ia memperlihatkan pola khas perlawanan sosial di Nusantara: kepemimpinan ulama, basis massa pedesaan, dan latar ketidakadilan struktural yang panjang.
Dalam pola itu, agama tidak berdiri terpisah dari realitas sosial, melainkan menjadi bahasa moral untuk menafsirkan penindasan dan merumuskan keberanian. Hingga kini, ingatan tentang Geger Cilegon tetap hidup di Banten—bukan hanya sebagai catatan kekalahan, tetapi sebagai simbol martabat dan penegasan bahwa rakyat desa pernah bangkit menantang penjajahan dengan keyakinan dan harga diri.***

Halaman




Tinggalkan Balasan