Harga emas dan BBM relatif stabil, namun risiko global belum mereda.
KOSONGSATU.ID—Sejumlah indikator ekonomi pada awal 2026 menunjukkan stabilitas relatif di pasar komoditas dan energi. Harga emas bertahan di level tinggi tanpa lonjakan ekstrem, sementara harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri tidak mengalami perubahan signifikan. Meski demikian, sejumlah pejabat dan analis global mengingatkan bahwa risiko ekonomi belum sepenuhnya mereda.
Emas Bertahan di Level Tinggi
Berdasarkan data perdagangan global yang dihimpun Trading Economics pada 12 Februari 2026, harga emas spot diperdagangkan di kisaran USD4.900 per troy ounce, bergerak stabil dalam beberapa sesi terakhir. Pergerakan ini menunjukkan fase konsolidasi setelah reli kuat sepanjang 2025.
Head of Commodity Strategy Saxo Bank, Ole Hansen, dalam wawancara dengan Reuters awal Februari 2026 menyatakan bahwa stabilitas harga emas mencerminkan permintaan lindung nilai yang tetap kuat.
“Pasar emas saat ini berada dalam fase konsolidasi di level tinggi, bukan tren pelemahan,” ujar Hansen seperti dikutip Reuters dalam laporan pasar komoditas Februari 2026.
Menurutnya, ketidakpastian kebijakan moneter global dan risiko geopolitik masih menjadi faktor utama yang menopang minat investor terhadap emas sebagai aset safe-haven.
Harga BBM Domestik Relatif Tetap
Di dalam negeri, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan signifikan pada Februari 2026. Berdasarkan publikasi harga resmi Pertamina per 11–13 Februari 2026, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Bio Solar Rp6.800 per liter.
Sementara itu, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax tercatat mengalami penyesuaian turun ringan pada awal Februari menjadi sekitar Rp11.800 per liter di wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen, termasuk Jakarta.
Penyesuaian tersebut mengikuti pergerakan harga minyak mentah global yang relatif stabil dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam Oil Market Report Januari 2026, International Energy Agency (IEA) menyebut pasar minyak global saat ini berada dalam kondisi pasokan yang cukup, sehingga menahan tekanan harga.




1 Komentar