Sementara itu, analisis kimia pada mumi Mesir Kuno yang dipublikasikan Journal of the American Chemical Society (2025) mendeteksi keberadaan borneol dalam bahan pembalseman — konsisten dengan catatan sejarah bahwa kapur barus adalah komoditas mewah peradaban kuno.
Pohon Warisan yang Sekarat di Tanahnya Sendiri
Ironisnya, pohon yang membuat Barus termasyhur itu kini berjuang untuk bertahan. IUCN (2018) mengklasifikasikan Dryobalanops aromatica sebagai Vulnerable secara global dan Critically Endangered di Indonesia — terancam oleh ekspansi perkebunan sawit dan penebangan hutan dataran rendah.
Pohon yang butuh lebih dari 50 tahun untuk menghasilkan kristal borneol itu tidak punya waktu menunggu regulasi bergerak lebih cepat dari gergaji mesin.
Ilmu Warisan yang Layak Diselamatkan
Pengobatan datu bertahan bukan karena masyarakat Barus “ketinggalan zaman”. Catatan Rusmin dalam bukunya Gerbang Agama-Agama Nusantara (Komunitas Bambu, 2017) justru memperlihatkan bahwa dari 166 spesies tumbuhan yang digunakan para datu, 56 di antaranya belum pernah masuk laboratorium farmasi modern — artinya, masih ada puluhan potensi senyawa aktif yang belum kita gali.
Sebelum pohonnya habis, dan sebelum pengetahuannya ikut terkubur, ada baiknya kita mulai memperlakukan sistem datu Barus bukan sebagai warisan budaya yang dimuseumkan — melainkan sebagai data sains yang belum selesai dieksplorasi.***

Catatan: Meski khasiat borneol sudah divalidasi secara ilmiah, penggunaan kapur barus mentah tetap memerlukan pengawasan ahli. Dosis berlebih bersifat toksik.
DAFTAR RUJUKAN
Sumber Primer — Jurnal Ilmiah
- Xiao, S., Yu, H., Guo, Y., Cheng, Y., & Yao, W. (2025). The Antibacterial and Anti-Inflammatory Potential of Cinnamomum camphora chvar. Borneol Essential Oil In Vitro. Plants, 14(12), 1880. https://doi.org/10.3390/plants14121880
- Zhang, X., Xu, F., Liu, L., Feng, L., Wu, X., Shen, Y., Sun, Y., Wu, X., & Xu, Q. (2017). (+)-Borneol improves the efficacy of edaravone against DSS-induced colitis by promoting M2 macrophages polarization via JAK2-STAT3 signaling pathway. International Immunopharmacology, 53, 1–10. https://doi.org/10.1016/j.intimp.2017.10.002
- Liang, X., et al. (2024). Advances and perspectives on pharmacological activities and mechanisms of the monoterpene borneol. Phytomedicine, 132. https://doi.org/10.1016/j.phymed.2024.155063 (ulasan sistematis, Web of Science/PubMed, Jan 1990–Mei 2024)
- Villamor, E. A., et al. (2025). Ancient Egyptian Mummified Bodies: Cross-Disciplinary Analysis of Their Smell. Journal of the American Chemical Society. https://doi.org/10.1021/jacs.4c15769
- Barstow, M. & Randi, A. (2018, errata 2020). Dryobalanops aromatica. The IUCN Red List of Threatened Species 2018: e.T61998024A173026192. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2018-1.RLTS.T61998024A173026192.en
Sumber Primer — Disertasi & Buku Akademik
- Tumanggor, R. (1999). Sistem kepercayaan dan pengobatan tradisional: studi penggunaan ramuan tradisional dalam pengobatan masyarakat Barus suku bangsa Batak Tapanuli Tengah Sumatera Utara. Disertasi Doktor, FISIP Universitas Indonesia. https://lontar.ui.ac.id/detail?id=106385
- Tumanggor, R. (2017). Gerbang Agama-Agama Nusantara: Kajian Antropologi Agama dan Kesehatan di Barus. Komunitas Bambu, Jakarta.
Sumber Sekunder — Lembaga Riset & Media Terverifikasi
- CRCS Universitas Gadjah Mada. (2017). Pengobatan ‘Klenik’ dan Keberagamaan ‘Sinkretik’ di Barus. https://crcs.ugm.ac.id/pengobatan-klenik-dan-keberagamaan-sinkretik-di-barus/
- Royal Botanic Gardens, Kew — Plants of the World Online (POWO). (2024). Dryobalanops aromatica C.F.Gaertn. species profile. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:677092-1
- National Geographic Indonesia. (15 September 2021). Temuan Ahli Antropologi di Balik Mantra Misterius dari Barus. https://nationalgeographic.grid.id/read/131729957/temuan-ahli-antropologi-di-balik-mantra-misterius-dari-barus
- Historia.id. (November 2017). Kapur Barus, Agen Persebaran Agama di Nusantara. https://historia.id




1 Komentar