​Oleh karena itu, ketika tokoh sekelas Kent memilih hengkang, publik melihat adanya keresahan serius di dalam basis masa pendukung Trump sendiri. Mundurnya Kent otomatis memperlemah posisi tawar Trump di mata dunia internasional.

​Kini, warga Amerika menuntut jawaban pasti: apakah pelatuk senjata ditarik demi keamanan nasional, atau sekadar tunduk pada lobi asing?

​Pengunduran diri Joe Kent mencetak sejarah baru dalam dinamika politik luar negeri Amerika Serikat. Langkah ini tidak hanya membongkar celah di lingkaran dalam Trump, tetapi juga memaksa publik mempertanyakan ulang legitimasi invasi tersebut. Jika pakar intelijen utama Amerika saja meragukan perang ini, maka keabsahan serangan militer AS kini benar-benar berada di titik nadir.***