Rencana Presiden Donald Trump untuk merebut Pulau Kharg dinilai berisiko tinggi dan bisa menjebak tentara Amerika menjadi sasaran empuk rudal Iran.


KOSONGSATU.ID – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik kritis baru seiring dengan rencana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengerahkan pasukan guna merebut Pulau Kharg, Iran. 

Namun, langkah ini mendapat peringatan keras dari mantan Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS, Joe Kent, yang menilai operasi tersebut akan berakhir dengan bencana.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengonfirmasi pada Minggu (22/3/2026) bahwa pemerintah tidak mengesampingkan opsi militer terhadap pulau strategis tersebut.

Gedung Putih melihat Pulau Kharg sebagai jantung ekonomi Iran karena mengelola sekitar 90 persen ekspor minyak mentah negara tersebut.

Risiko “Sandera” di Teluk Persia

Joe Kent memperingatkan bahwa menempatkan pasukan di Pulau Kharg sama saja dengan memberikan Iran “sandera” yang mudah dibombardir.