Koperasi Harus Menjadi Milik Anggota
Sejarah koperasi menunjukkan satu pelajaran sederhana.
Koperasi tidak hidup ketika akta pendirian ditandatangani.
Ia hidup ketika anggota berani mengkritik pengurus. Ketika petani merasa suaranya penting. Ketika nelayan ikut menentukan strategi usaha. Ketika keuntungan dan risiko diputuskan bersama.
Karena itu, ukuran keberhasilan koperasi bukan hanya jumlah unit yang berdiri atau gedung yang selesai dibangun.
Ukuran yang lebih penting adalah apakah warga benar-benar merasa koperasi itu milik mereka.
Jika jawabannya belum, maka pekerjaan terbesar bukan membangun gedung baru.
Melainkan menghidupkan kembali tradisi lama yang telah lama menjaga desa-desa Nusantara: duduk bersama, bermusyawarah, lalu menentukan masa depan secara kolektif.
Sebab desa bukan cabang kantor pemerintah. Desa adalah komunitas yang hanya akan bergerak kuat ketika warganya ikut menentukan arah perjalanan mereka sendiri. ***
* Dirangkum dari berbagai sumber




Tinggalkan Balasan