Di luar Beijing, Pakistan tetap menjadi mediator utama. Iran dan AS sudah menggelar pembicaraan langsung di Islamabad pada 11–12 April 2026, tetapi belum membuahkan kesepakatan. Trump akhir pekan lalu mengumumkan jeda operasi militer pengawalan kapal di Hormuz, mengklaim “kemajuan besar” menuju kesepakatan akhir.
Pada akhirnya, China memegang kendali yang tidak diinginkannya. Bagi Beijing, Iran hanyalah satu bidak dalam papan catur global. Tapi bidak ini terlalu strategis untuk dilepas, dan terlalu liar untuk dibiarkan menentukan arah permainan sendirian.***
Halaman


Tinggalkan Balasan