Dua puluh tujuh tahun berlalu sejak 21 Mei 1998. Wajah-wajah di istana telah berganti berkali-kali. Tapi pertanyaan yang ia ajukan—apakah demokrasi ini sungguh-sungguh milik rakyat?—masih belum menemukan jawaban yang memuaskan.

Mungkin itulah yang paling pahit: bukan bahwa reformasi gagal, tapi bahwa ia gagal dengan sangat rapi, seolah memang dirancang demikian sejak awal.***


Daftar Rujukan