“Tahun 2008, Masjid Cheng Ho menjadi ikon baru saat itu karena secara fisik mirip bangunan di China. Masjid Cheng Ho ini seolah menghadirkan nilai-nilai religius di tengah masyarakat urban. Karena masjid ini tidak hanya digunakan tempat ibadah, juga menjadi tempat perjumpaan untuk bersosialisasi,” jelas Mushollin, pengamat sekaligus tokoh masyarakat setempat.
Hingga kini, Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan tetap berdiri kukuh bukan sekadar sebagai rest area yang menggerakkan ekonomi UMKM lokal, melainkan sebagai oase keberagaman yang mematahkan sekat-sekat etnisitas di tengah masyarakat.***
Halaman


Tinggalkan Balasan