​Sejarah panjang umat manusia kini harus kita tulis ulang. Kombinasi bukti genetik DNA, penemuan fosil Homo erectus di Jawa, peninggalan artefak bawah laut, hingga dokumen kuno, mengerucut pada satu fakta tak terbantahkan: Indonesia dan kawasan sekitarnya bukanlah sekadar tempat transit, melainkan episentrum kelahiran umat manusia.

Nenek moyang kita membangun peradaban pertama yang damai, maju secara spiritual, dan menguasai teknologi semesta jauh sebelum peradaban modern menyadarinya.***


​Daftar Rujukan:

  • ​Cayce, Edgar. (1930-1940). The Edgar Cayce Readings: Historical and Spiritual Channeling Chronology on Atlantis and Lemuria. Virginia Beach: Edgar Cayce Foundation.
  • Darwin, Charles. (1859). On the Origin of Species by Means of Natural Selection, or the Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life. London: John Murray.
  • ​Haeckel, Ernst. (1868). Natürliche Schöpfungsgeschichte (The History of Creation). Berlin: Georg Reimer.
  • Human Genome Organisation (HUGO) Pan-Asian SNP Consortium. (2009). Mapping Human Genetic Diversity in Asia: A Comprehensive Study of 73 Asian Populations. Jakarta: Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.
  • Le Plongeon, Augustus. (1896). Queen Móo and the Egyptian Sphinx. New York: Author’s Edition.