Ketegangan melanda Ruang Oval saat Presiden Trump menuntut Jenderal Dan Caine membuka Selat Hormuz yang kini lumpuh total.
KOSONGSATU. ID – Laporan terbaru dari The New York Times mengungkap suasana tegang yang menyelimuti Ruang Oval pekan lalu. Presiden Donald Trump yang tampak frustrasi mendesak Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine.
Trump menuntut penjelasan mengapa Amerika Serikat tidak mampu segera membuka kembali Selat Hormuz. Namun, jawaban dari pihak militer sangat lugas: mereka memang tidak bisa melakukannya saat ini.
Peringatan Strategis yang Terabaikan
Situasi buntu ini sebenarnya bukan tanpa pertanda. The Wall Street Journal melaporkan bahwa Jenderal Caine sudah memberikan peringatan tegas jauh sebelum konflik memanas. Sayangnya, Trump memilih mengabaikan masukan strategis tersebut.
Menanggapi laporan ini, juru bicara Karoline Leavitt menepisnya dan menyebut klaim itu “konyol.”
Di sisi lain, keraguan justru menguat dari dalam gedung Kongres. Setelah keluar dari sebuah taklimat rahasia, Senator Chris Murphy melontarkan pernyataan tajam. Ia menilai pemerintah sama sekali tidak memiliki rencana yang matang terkait krisis ini.
Jejak Keputusan dan Kebuntuan Global
Rentetan peristiwa ini bermula dari dinamika politik negara sekutu. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) disinyalir kuat memengaruhi langkah Washington.




Tinggalkan Balasan