Megawati menerima Dubes Iran, menyampaikan selamat untuk Mojtaba Khamenei, dan mengungkap kekaguman pada Ayatollah Ali Khamenei.
KOSONGSATU. ID – Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menyambut kedatangan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Pertemuan yang berlangsung hangat ini bertempat di kediaman Megawati di kawasan Menteng, Jakarta, pada Selasa (10/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Megawati secara langsung menyerahkan sepucuk surat kepada Dubes Boroujerdi. Surat itu ia tujukan khusus untuk Mojtaba Khamenei yang baru saja meneruskan estafet kepemimpinan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan mendiang ayahnya.
”Ini adalah surat kedua. Saya merasa gembira karena Iran sekarang sudah punya pemimpin kembali,” ungkap Megawati tersenyum saat menyodorkan surat tersebut.
Kenangan Persahabatan dan Surat Duka Cita
Jauh sebelum surat ucapan selamat ini, Megawati rupanya telah mengirimkan surat duka cita yang mendalam kepada Pemerintah Iran pada 3 Maret lalu. Surat pertama itu ia kirimkan sebagai simpati atas gugurnya Ayatollah Ali Khamenei menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah tersebut.
Untuk menegaskan eratnya tali silaturahmi, Megawati juga memperlihatkan sebuah kenangan manis kepada Dubes Boroujerdi. Ia memamerkan potret saat dirinya melakukan kunjungan resmi ke Teheran pada tahun 2004 silam. “Ini bukti saya punya hubungan persahabatan dengan almarhum Ayatollah Ali Khamenei,” jelas Megawati bernostalgia.
Kekaguman Megawati terhadap Ayatollah Khamenei
Di balik lembaran foto bersejarah tersebut, tersimpan rasa kagum yang mendalam dari sosok Megawati terhadap mendiang Ayatollah Ali Khamenei. Saat berdialog langsung pada KTT D-8 dua dekade silam, Megawati melihat langsung karisma kepemimpinan yang luar biasa dari sang Pemimpin Tertinggi.
Megawati sangat menghormati keteguhan prinsip Ayatollah Ali Khamenei dalam menyuarakan keadilan sosial global dan membela kemerdekaan bangsa-bangsa, sebuah napas perjuangan yang sejalan dengan gagasan anti-imperialisme Bung Karno. Kesederhanaan hidup dan dedikasi penuh Ayatollah untuk rakyat Iran meninggalkan kesan persahabatan yang begitu kuat di benak Megawati.
Pertemuan Hangat dan Cenderamata Khas Bali
Suasana penuh keakraban menyelimuti pertemuan dua tokoh ini selama lebih dari satu jam. Sejumlah elite PDIP tampak hadir mendampingi Megawati, mulai dari Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, Ahmad Basarah, Yasonna Laoly, Eriko Sotarduga, hingga Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP, Andi Widjajanto.




Tinggalkan Balasan