Sektor infrastruktur dan properti turut menyusul pelemahan dengan koreksi masing-masing sebesar 2,10 persen dan 1,88 persen.
Analis Senior Bursa Efek Indonesia, Sri Mulyati, dalam briefing pers penutupan pasar pada Kamis (26/2/2026) memberikan pandangannya.
Sri menyatakan bahwa meskipun IHSG terkoreksi 1,04 persen, level 8.200 masih menjadi area pendukung atau support yang cukup kuat. Ia menilai aksi ambil untung oleh investor asing adalah hal yang wajar mengingat penguatan indeks yang sudah sangat signifikan.
Berdasarkan Laporan Statistik Harian Bursa Efek Indonesia tanggal 26 Februari 2026, tercatat ada ketidakseimbangan suplai dan permintaan pada 382 saham. Sektor transportasi secara konsisten memimpin penurunan karena sensitivitasnya terhadap sentimen makroekonomi terbaru.
Jika IHSG gagal bertahan di atas level psikologis 8.200, pasar dikhawatirkan akan memasuki fase pembalikan arah menuju tren bearish. ***



0 Komentar