Presiden AS mengklaim perang hampir menang, tapi malah mengancam serangan lebih keras 2-3 pekan ke depan. Harga minyak tembus USD105 per barel.
KOSONGSATU.ID — Dunia terperangah. Presiden AS Donald Trump, dalam pidato nasional dari Gedung Putih, Rabu (1/4/2026) malam, menyatakan operasi militer terhadap Iran “hampir selesai” dengan kemenangan di semua lini.
Namun, di tengah klaim kemenangan itu, ia justru memperingatkan akan melancarkan “serangan yang sangat keras” selama dua hingga tiga minggu ke depan—jika Iran tidak mencapai kesepakatan.
Berikut ringkasan poin-poin penting pidato yang berlangsung sekitar 19 menit tersebut.
Klaim Kemenangan Militer: “Iran Kalah, AS Menang”
Trump mengawali pidatonya dengan pernyataan mengejutkan. Ia mengklaim bahwa Angkatan Laut Iran “hilang”, Angkatan Udara “hancur”, dan para pemimpin rezim tersebut “sebagian besar sudah mati”.
“Belum pernah dalam sejarah peperangan, musuh menderita kerugian besar dan dahsyat seperti ini hanya dalam beberapa minggu. Musuh kita kalah. Dan Amerika… menang, dan sekarang menang lebih besar dari sebelumnya,” ujar Trump dalam pidatonya.
Ia juga menyebut keberhasilan operasi militer di Venezuela sebagai tambahan pencapaian pemerintahannya.
Ancaman Baru: Serangan ke Pembangkit Listrik Iran
Meski mengklaim perang hampir menang, Trump justru mengumumkan eskalasi lanjutan. Ia mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik di seluruh Iran jika rezim di Teheran tidak segera duduk dalam perundingan.
Trump menyatakan AS akan melanjutkan “serangan yang sangat keras” selama dua hingga tiga pekan ke depan. Ia menegaskan bahwa militernya terus memantau setiap gerakan Iran melalui satelit, demikian dilaporkan Reuters.
Klaim Kontroversial: “Merebut Minyak Iran”
Salah satu pernyataan paling kontroversial datang dari wawancara terpisah dengan **Financial Times** pada 29 Maret 2026. Trump secara blak-blakan mengakui motif di balik perang: minyak.
“Jujur saja, yang paling ingin saya lakukan adalah merebut minyak Iran… Para idiot akan bertanya ‘mengapa Anda melakukan itu?’ Tapi menurut saya pertanyaan itu tidak relevan karena mereka memang idiot,” kata Trump.




0 Komentar