Ratusan pakar hukum internasional Amerika Serikat menilai serangan militer ke Iran melanggar hukum.
KOSONGSATU.ID — Lebih dari 100 pakar hukum internasional terkemuka Amerika Serikat resmi menerbitkan surat terbuka. Mereka menilai serangan militer negara tersebut ke Iran berpotensi dikategorikan sebagai tindakan kejahatan perang.
Para penandatangan berasal dari universitas bergengsi, seperti Harvard, Yale, dan Stanford. Kelompok ini terdiri dari profesor senior hingga mantan penasihat militer yang memiliki reputasi tinggi di bidang hukum internasional.
Surat tersebut diterbitkan melalui jurnal kebijakan Just Security pada Kamis, 2 April 2026. Mereka menyebut tindakan pasukan Amerika Serikat menimbulkan kekhawatiran serius terkait pelanggaran hukum humaniter internasional.
Ancaman Serangan Sipil
Para ahli secara khusus menyoroti pernyataan Presiden Trump yang dinilai melampaui batas hukum. Pada Januari 2026, Trump menyatakan secara terbuka bahwa dirinya tidak lagi membutuhkan aturan hukum internasional.
Kekhawatiran makin menguat setelah Trump mengancam akan menyerang infrastruktur energi dan pembangkit listrik Iran. Langkah ini dinilai sebagai penolakan pemberian ampunan yang dilarang keras dalam hukum perang.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth turut menjadi sorotan para pakar hukum tersebut. Hegseth sempat menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan bertempur dengan aturan keterlibatan yang ia anggap bodoh.
Pelanggaran Piagam PBB
Serangan yang menghantam fasilitas sipil seperti sekolah dan rumah sakit juga menjadi poin krusial. Sebuah sekolah dilaporkan terkena serangan pada hari pertama pertempuran, yakni 28 Februari 2026 lalu.
Secara hukum, para ahli menegaskan peluncuran serangan ke Iran merupakan pelanggaran nyata Piagam PBB. Hal ini dikarenakan Dewan Keamanan tidak memberikan izin dan Iran tidak melakukan serangan lebih dulu.
Allen Weiner dari Stanford memperingatkan bahwa preseden ini bisa meruntuhkan tatanan hukum dunia. Jika dibiarkan, negara lain akan mengikuti jejak tersebut dan memicu kekerasan antarnegara yang makin luas.




Tinggalkan Balasan