Perang Iran dan AS-Israel memuncak di awal 2026. Singkirkan debat sektarian, saatnya objektif menatap krisis kemanusiaan ini.
Oleh Faried Wijdan | Penulis KosongSatuID
Tahun 2026 baru berjalan dua bulan, namun bayang-bayang Perang Dunia Ketiga kian nyata mengancam stabilitas global. Ketegangan di Timur Tengah meledak setelah Amerika Serikat di bawah kendali Donald Trump membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
Iran membalas tuntas dengan menghantam pangkalan militer AS dan titik-titik strategis Israel di berbagai wilayah.
Situasi ini membelah opini publik di Indonesia. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, kita tentu memahami jejak panjang intervensi Amerika Serikat. Mulai dari invasi di Irak dan Afghanistan, hingga manuver agresif mereka membela Israel.
Namun ironisnya, di tengah duka dan krisis kemanusiaan ini, sebagian masyarakat kita justru sibuk mengalihkan fokus pada isu sektarian masa lalu, membenturkan kembali perdebatan Sunni dan Syiah.
Sudah saatnya kita membedah konflik ini dengan kacamata yang lebih luas, objektif, dan logis.
Fikih Prioritas: Menempatkan Kemanusiaan di Atas Debat Fikih
Merujuk pada konsep Fikih Prioritas gagasan Syaikh Yusuf Qaradhawi, umat Islam harus cerdas menempatkan mana masalah yang genting dan mana yang bisa ditunda.
Membawa perdebatan teologis yang telah berlangsung selama 14 abad ke tengah medan perang modern jelas menguras energi dan salah sasaran.
Amerika Serikat dan Israel terus memonopoli narasi internasional, menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir, padahal agresi AS-Israel di bulan Februari lalu terang-terangan menghantam fasilitas sipil dan menewaskan anak-anak.
Jika kita meletakkan kesalahan AS dan Iran di atas timbangan keadilan, akal sehat kita pasti tahu siapa yang lebih layak mendapat kritik tajam saat ini. Amerika Serikat dan Israel jelas memegang rekam jejak penjajahan dan pelanggaran hukum internasional yang jauh lebih panjang, terutama dalam isu penindasan Palestina.
Mengkritik Iran bisa kita lakukan nanti, ketika cengkeraman hegemonik Barat sudah minggat dari Timur Tengah.
Suriah dan Kemunafikan Internasional
Para pengkritik Iran sering melempar isu keterlibatan negara tersebut dalam Perang Suriah untuk mendiskreditkan posisi mereka. Mari kita lihat isu ini secara jernih tanpa harus menjadi pemandu sorak bagi salah satu kubu.





Tinggalkan Balasan