Pemerintah Thailand mengimbau warganya menyiapkan tas darurat 72 jam menghadapi ancaman global. Sementara itu, Malaysia memperketat keamanan dari risiko perang siber dan geopolitik.
KOSONGSATU.ID – Direktur Jenderal Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana (DDPM) Thailand, Nirat Pongsitthaworn, mengimbau seluruh rumah tangga menyiapkan tas darurat berisi kebutuhan pokok selama 72 jam.
Langkah ini diumumkan sejak awal pekan, menyusul 33 negara lain yang lebih dulu mendesak warganya bersiaga menghadapi ancaman perang, cuaca ekstrem, dan serangan siber.
“Tas darurat berguna saat terjadi banjir bandang, gempa bumi, wabah, hingga kerusuhan dan sabotase,” kata Nirat di Bangkok, sebagaimana dikutip The Nation, Rabu, 4 November 2026.
Standar 72 Jam dan Isi Tas Darurat
Ihwal pemilihan durasi tersebut, DDPM menyatakan 72 jam adalah tolok ukur internasional untuk kesiapsiagaan darurat. Tiga hari pertama pascabencana merupakan masa kritis sebelum bantuan tiba.
Nirat merekomendasikan enam kategori barang persiapan. Kategori itu meliputi obat-obatan, tiga liter air per orang per hari, makanan siap saji, alat komunikasi, dokumen penting, hingga pakaian cadangan.
“Setiap rumah tangga harus memiliki tas darurat sehingga saat terjadi krisis, baik bencana alam maupun konflik internasional, mereka dapat segera evakuasi,” ujarnya.
Kesiapan Malaysia Hadapi Ancaman
Selain itu, negara tetangga Malaysia turut menyoroti peningkatan risiko keamanan global. Lembaga-lembaga penting di Kuala Lumpur mengadakan serangkaian pertemuan pada Selasa, 3 November 2026.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan pemerintah mengevaluasi ancaman geopolitik dan siber bersama Bank Sentral serta aparat keamanan. Langkah ini merespons eskalasi di Timur Tengah dan Eropa.
Anwar menyebut Malaysia berisiko menjadi sasaran serangan siber karena memiliki pusat data yang kuat dan sikap pro-Palestina. Ia juga menyinggung operasi intelijen asing, termasuk Israel, di kawasan sekitarnya.
Stok Pangan Malaysia Aman
Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi memastikan stok makanan domestik aman untuk enam bulan mendatang. Ia meminta warga tidak menimbun kebutuhan pokok.
Zahid menegaskan Malaysia belum berada dalam kondisi yang mengharuskan masyarakat melakukan persiapan ekstrem seperti di puluhan negara lainnya.
“Kami tidak dalam keadaan darurat dan, insyaallah, kita masih jauh dari situasi seperti itu,” kata Ahmad Zahid usai menghadiri pertemuan kerja sama Malaysia-Cina, Senin, 2 November 2026.***




Tinggalkan Balasan