Sriyatun, janda berusia 45 tahun di Kabupaten Pati, menolak dua kali tawaran bantuan bedah rumah karena khawatir tak mampu menutup kekurangan biaya. OPSHID membangun rumah baru di atas tanah warisan keluarganya.
KOSONGSATU.ID – Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) membangun rumah berukuran 15,5 x 7,5 meter untuk Sriyatun, warga Desa Karang, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Rumah itu memiliki tiga kamar tidur untuk Sriyatun dan kedua anaknya, Firza, 18 tahun, dan Fanza, 4 tahun.
Menurut laporan OPSHID, Sriyatun sebelumnya dua kali menolak bantuan bedah rumah dari pihak luar. Bantuan senilai Rp20 juta itu dikhawatirkan tidak cukup untuk membiayai pembangunan, sementara ia tidak memiliki uang untuk menutup kekurangannya.
Dibangun di atas tanah warisan
Rumah lama Sriyatun berdinding gedek dan kayu. Informasi mengenai kondisinya diterima DPD OPSHID FKYME Kabupaten Pati dari takmir masjid setempat. Setelah itu, tim organisasi tersebut mendatangi rumah Sriyatun untuk menilai kondisinya.
Ketua DPD OPSHID Pati, Legiyanto, mengatakan pembangunan dilakukan di atas tanah warisan orang tua Sriyatun. Ia berharap rumah tersebut dapat menjadi tempat tinggal yang layak bagi keluarga itu.
Sriyatun, menurut laporan OPSHID, semula mengira rumah yang dibangun hanya berupa bangunan tembok sederhana. Ia kemudian mengetahui rumah itu dirancang memiliki tiga kamar tidur, sesuai kebutuhan keluarganya.
Bantuan tanpa biaya tambahan bagi penerima
Program Rumah Syukur ini mencakup pembangunan rumah secara menyeluruh, bukan sekadar perbaikan sebagian bangunan. Skala rumah yang dibangun juga lebih besar daripada perkiraan Sriyatun sebelumnya.
Laporan OPSHID menyebut pembangunan tersebut menjadi bagian dari kegiatan menyambut Tasyakkuran Hari Sumpah Pemuda ke-98. Tidak disebutkan secara rinci nilai biaya pembangunan maupun jadwal penyelesaian rumah.***



Tinggalkan Balasan