Dari tambahan dana Rp1,652 triliun untuk penanggulangan bencana Aceh, Rp457,08 miliar terealisasi hingga 18 September. Capaian tiap daerah terpaut jauh.

KOSONGSATU.ID — Anggaran dapat tercantum di dokumen, sementara pekerjaan di lapangan masih menunggu giliran. Itulah persoalan yang kini dihadapi tambahan Transfer ke Daerah atau TKD untuk penanggulangan bencana hidrometeorologi di Aceh.

Pemerintah Aceh menyatakan Rp457,08 miliar telah terealisasi hingga Jumat, 18 September 2026. Jumlah itu setara 27,67 persen dari alokasi Rp1,652 triliun. Dengan demikian, sekitar Rp1,195 triliun belum tercatat sebagai realisasi pada tanggal tersebut.

Angka ini merujuk khusus pada tambahan TKD bencana Aceh. Angka tersebut tidak menggambarkan seluruh anggaran pemulihan bencana yang dikelola pemerintah pusat dan daerah.

Capaian daerah berjauhan

Dari alokasi Rp824,82 miliar untuk pemerintah provinsi, sebanyak Rp239,46 miliar atau 29,03 persen telah terealisasi. Di tingkat kabupaten dan kota, realisasinya Rp217,62 miliar atau 26,31 persen dari alokasi Rp827,26 miliar.

Jarak antardaerah lebih mencolok. Aceh Selatan mencatat realisasi 65,3 persen dan Gayo Lues 57,6 persen. Sebaliknya, Nagan Raya baru 2,7 persen, Sabang 6 persen, dan Subulussalam 10,6 persen. Di tingkat provinsi, realisasi Dinas Perumahan dan Permukiman mencapai 13 persen, sedangkan Badan Penanggulangan Bencana Aceh 11,3 persen. Data persentase itu belum dengan sendirinya menjelaskan jenis pekerjaan atau alasan keterlambatan masing-masing instansi.

Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi mengatakan Gubernur Muzakir Manaf meminta percepatan, sementara perangkat daerah dengan realisasi rendah diminta mengidentifikasi hambatan. Pemerintah Aceh menyatakan pelaksanaan harus tetap terencana dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pertanyaan berikutnya lebih penting daripada mengejar persentase semata: pekerjaan apa yang sudah selesai, apa yang masih dikontrak atau dikerjakan, dan kapan manfaatnya diterima warga? Data pekerjaan per wilayah diperlukan agar “terealisasi” bisa dibaca bersama hasilnya di lapangan.***