Saham BBCA ambruk ke level Rp6.050 — titik paling rendah sejak pandemi 2021. Ironisnya, IHSG justru dibuka menguat pada hari yang sama.


KOSONGSATU.ID — Dua sinyal berlawanan muncul dari pasar keuangan Indonesia, Senin (27/4/2026): indeks menguat, tapi saham bank terbesar swasta nasional justru mencatat rekor kelam.

IHSG dibuka naik 82,71 poin atau 1,16 persen ke level 7.212,2 pada pukul 09.03 WIB. Penguatan ini sejalan dengan tren positif bursa-bursa Asia, termasuk Nikkei dan Kospi yang juga bergerak naik.

Namun di balik penguatan indeks, ada catatan merah yang tidak bisa diabaikan.

BBCA Terseret Asing, Fundamental Tetap Solid

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada penutupan pekan lalu melemah 5,84% ke level Rp6.050 — titik terendah sejak 2021 atau masa pandemi Covid-19. Dalam satu hari, jual bersih investor asing di saham ini tercatat mencapai Rp2,1 triliun.

Sepanjang 2026 berjalan hingga Jumat (24/4), total dana asing yang keluar dari saham BBCA telah menembus Rp24,27 triliun.

Analis Trimegah Sekuritas Jonathan Gunawan menegaskan tekanan ini bukan soal kesehatan internal BBCA. “Apabila prospek makro memburuk, saham perbankan yang akan pertama kali terkena imbas. Ini tekanan sektoral, bukan spesifik ke BBCA,” kata Jonathan, Senin (27/4/2026).

Faktor pemicunya: konflik Iran-AS-Israel yang mendorong harga energi tetap tinggi, pelemahan nilai tukar rupiah yang berkelanjutan, perubahan pandangan lembaga pemeringkat global, serta tinjauan ulang MSCI terhadap pasar saham domestik.

Pada kuartal I-2026, BBCA membukukan laba bersih Rp14,7 triliun atau tumbuh 4% secara tahunan — masih sejalan dengan ekspektasi pasar. BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp10.900, menilai valuasi BBCA kini sudah di bawah rata-rata historis.

177 Hotel Haji Siap di Makkah

Di luar dinamika pasar, persiapan musim haji 2026 berjalan sesuai jadwal.

Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan 177 hotel di Makkah untuk jemaah haji reguler Indonesia, tersebar di 10 sektor yang mencakup wilayah Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah.