Seperti cincin yang tak pernah putus, Cak Nun terus berputar—bukan karena ia tidak lelah, melainkan karena cinta itu memang tidak mengenal henti.***
*Artikel ini ditulis berdasarkan sumber oral history ulama Jawa Timur dan kesaksian Buya Muhammad Nursamad Kamba.
Halaman


Tinggalkan Balasan