DPC/Pos Kautsaran Rejoso – Nganjuk menggelar sujud syukur dua malam peringati kemerdekaan bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI menurut penanggalan Hijriyah.
KOSONGSATU.ID–Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah di Kecamatan Rejoso berkumpul dengan khidmat untuk melaksanakan instruksi organisasi dalam memperingati hari bersejarah bangsa. Mereka menggelar Sujud Syukur Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang dipusatkan di Pos Kautsaran, DPC Rejoso, Nganjuk.
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan serentak yang dilakukan oleh seluruh pengurus dan warga Shiddiqiyyah dari tingkat pusat hingga cabang di seluruh Indonesia.
Momentum ini merujuk pada penanggalan Hijriah yang diyakini sebagai waktu asli terjadinya Proklamasi Kemerdekaan. Pada Rabu malam Kamis, 26 Februari 2026, yang bertepatan dengan tanggal 9 Ramadhan 1447 Hijriyah, jemaah memulai rangkaian syukur tersebut.
Prosesi dimulai tepat pukul 20.00 WIB dengan pembacaan doa, shalat syukur dan sujud syukur berjamaah. Bagi warga Shiddiqiyyah, tanggal 9 Ramadhan memiliki nilai historis spiritual yang sangat mendalam sebagai hari lahirnya bangsa.
Suasana di Pos Kautsaran Rejoso tampak penuh kekeluargaan namun tetap tertib. Para peserta yang hadir datang dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Rejoso untuk mengikuti arahan Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah. Mereka meyakini bahwa mensyukuri kemerdekaan melalui jalur spiritual adalah kewajiban setiap warga negara yang beriman.
Kesadaran kolektif ini pulalah yang menggerakkan massa untuk hadir tepat waktu meski kegiatan berlangsung hingga malam.
Dua Malam Bersejarah untuk Bangsa dan Negara Kesatuan
Peringatan syukur ini tidak berhenti pada satu malam saja melainkan berlanjut pada malam berikutnya. Pada Kamis malam Jumat, 27 Februari 2026, atau tepat tgl 10 Ramadhan 1447 Hijriyah, warga kembali berkumpul untuk mensyukuri berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pembagian waktu ini bertujuan agar jemaah memahami perbedaan mendasar antara kemerdekaan bangsa dan berdirinya struktur negara secara hukum.
Ibu Nyai Shofwatul Ummah selaku Ketua Umum DHIBRA Pusat dalam pesannya menegaskan pentingnya agenda ini bagi seluruh warga Shiddiqiyyah. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan petunjuk dari sang mursyid agar umat menjadi hamba yang pandai bersyukur.
Harapannya, dengan adanya syukur yang terus menerus, Allah akan menambah nikmat persatuan bagi Indonesia. Pesan ini menjadi pelecut semangat bagi pengurus di tingkat DPC Rejoso untuk menyukseskan acara.
Kiai Muchammad Muchtar Mu’thi selaku Mursyid juga sering menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah “Atas Berkat Rochmat Alloh Yang Maha Kuasa”.
Kalimat yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut menjadi landasan utama gerakan sujud syukur ini. Beliau mengingatkan agar bangsa Indonesia jangan pernah lengah dan selalu menjaga jati diri melalui rasa syukur yang tulus.
Kegiatan di Nganjuk ini ditutup dengan doa keselamatan bagi bangsa Indonesia dan keutuhan NKRI. Partisipasi aktif jemaah di tingkat daerah seperti ini membuktikan bahwa nasionalisme berbasis religi tetap tumbuh subur di tengah masyarakat. Melalui sujud syukur dua malam tersebut, warga Shiddiqiyyah berharap kedamaian senantiasa menyelimuti bumi nusantara sepanjang tahun 1447 Hijriah.***





1 Komentar