“Mandeknya kebijakan ini bukan sekadar kelambanan administratif, tetapi bentuk pembiaran yang berujung pada hilangnya nyawa dan ruang hidup warga,” ujar Abi.
Walhi juga menilai pemerintah daerah gagal menjalankan mandat perlindungan lingkungan. Setiap bencana di Bandung Utara, menurut Abi, harus dibaca sebagai akibat langsung dari kelalaian negara.
Peringatan yang Diabaikan Puluhan Tahun
Senada, Direktur Eksekutif Walhi Jabar, Wahyudin Iwang, menyebut longsor Cisarua sejatinya telah lama diperingatkan. Menurutnya, sebagian wilayah Kabupaten Bandung Barat masuk kawasan strategis Bandung Utara yang memiliki fungsi vital bagi keselamatan manusia.
“Peristiwa ini sudah kami sampaikan sejak lebih dari 20 tahun lalu. Bandung Utara punya fungsi penting untuk keberlangsungan lingkungan dan keselamatan nyawa,” kata Wahyudin.
Ia menilai longsor yang menghancurkan puluhan rumah di Kampung Pasirkuning dan Pasir Kuda merupakan bukti degradasi lingkungan yang terus dibiarkan oleh pemerintah kabupaten maupun provinsi.
Sumber Tekanan Lingkungan
Walhi mencatat setidaknya tiga aktivitas utama yang memberi tekanan besar terhadap lingkungan KBU. Pertama, sektor properti yang masif melalui pembangunan perumahan, vila, resort, hingga apartemen berbasis betonisasi.
Kedua, ekspansi pariwisata yang terus menjamur, baik berizin maupun ilegal, hingga wilayah perbatasan Subang. Ketiga, aktivitas pertanian yang mengabaikan kaidah konservasi, seperti pengolahan lahan tanpa terasering.
Namun Wahyudin menegaskan masyarakat tidak boleh dijadikan kambing hitam. Ia meminta pemerintah mengusut peran pemodal besar yang kerap bersembunyi di balik aktivitas warga lokal.
Desakan Pengendalian Kawasan
Walhi menyebut telah merekomendasikan tiga langkah tegas sejak 2010–2015, yakni moratorium izin, penertiban bangunan ilegal, dan penghentian izin baru di KBU. Hingga 2026, rekomendasi tersebut dinilai belum dijalankan secara serius.
Menurut Walhi, kondisi KBU semakin rentan karena berada di kawasan rawan bencana, termasuk keberadaan Sesar Lembang. Dalam situasi itu, betonisasi justru memperbesar potensi longsor dan bencana lain.


Tinggalkan Balasan