Penelitian ini menguji pengaruh ekstrak etanol umbi uwi ungu terhadap struktur histologi usus halus tikus yang diinduksi alkohol. Dengan desain post-test only controlled group, hasilnya menunjukkan perbedaan signifikan pada tingkat kerusakan jaringan usus. Semakin tinggi dosis ekstrak uwi yang diberikan, semakin rendah tingkat kerusakan jaringan akibat alkohol.

Temuan ini mengindikasikan peran uwi dalam menjaga mikroflora usus dan memperbaiki kerusakan jaringan—sebuah fungsi yang selama ini banyak dikaitkan dengan produk probiotik modern.

Potensi Gastroprotektif pada Lambung

Riset lanjutan juga menguatkan manfaat uwi bagi sistem pencernaan. Dalam skripsi Eko Kurniawan (Februari 2025), mahasiswa Fakultas Kedokteran UMY yang dibimbing langsung oleh Prof. Sri, terungkap bahwa ekstrak etanol umbi uwi ungu memiliki potensi gastroprotektif.

Penelitian ini menguji kemampuan ekstrak uwi dalam melindungi mukosa lambung tikus yang diinduksi alkohol. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian ekstrak uwi mampu menjaga integritas lapisan epitel lambung secara mikroskopis. Dosis tertentu bahkan menunjukkan perlindungan yang lebih baik dibandingkan kelompok yang diberi obat standar seperti omeprazole.

Umbi Lokal, Jawaban Kesehatan Masa Depan

Rangkaian temuan ini menempatkan uwi bukan sekadar pangan alternatif, melainkan sumber senyawa bioaktif yang relevan bagi tantangan kesehatan modern—dari alergi, imunitas, hingga kesehatan pencernaan. Di tengah mahalnya terapi sintetik dan suplemen impor, umbi lokal ini menawarkan pendekatan yang lebih dekat, lebih terjangkau, dan berpijak pada kekayaan hayati sendiri.

Uwi, yang lama tersisih dari meja makan dan kebijakan pangan, kini perlahan kembali berbicara—bukan hanya sebagai pangan, tetapi sebagai bagian dari solusi kesehatan berbasis alam.***