Mengambil Alih Kemudi Nasib Sendiri
Pada akhirnya, seruan “Teluk Tanpa Israel dan Amerika” harus kita maknai sebagai momen dekonstruksi, bukan sebagai jawaban akhir yang mutlak. Seruan ini membongkar kepalsuan yang selama ini diyakini—bahwa Teluk hanya akan aman jika mereka terus bergantung pada pangkalan asing, pasar senjata, dan politik pecah-belah.
Lebih dari itu, gagasan ini menuntut keberanian dari seluruh pemangku kepentingan. Mereka harus berhenti menjadikan kawasan ini sebagai medan tempur pengaruh asing dan mulai merawatnya sebagai rumah bersama.
Pertanyaan mendasar yang tersisa: apakah negara-negara Teluk akhirnya berani berhenti menggadaikan kedaulatannya, lalu mulai belajar berdiri sendiri menjaga rumah mereka?***
Halaman



Tinggalkan Balasan