Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengeluarkan pernyataan tegas di tengah eskalasi serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel. Ia menyatakan kesiapan rakyat Iran untuk berkorban demi mempertahankan negara.


KOSONGSATU.ID — “Lebih dari 14 juta warga Iran yang bangga telah menyatakan kesiapan mereka untuk mengorbankan nyawa demi membela Iran. Saya juga telah, sedang, dan akan terus menjadi pengorban untuk Iran,” tulis Pezeshkian di akun X resminya (@drpezeshkian_ir), Selasa (7/4/2026).

Pernyataan ini disampaikan menjelang berakhirnya ultimatum Presiden AS Donald Trump yang menuntut Iran membuka Selat Hormuz pada Selasa pukul 20.00 waktu Washington DC.

“MIT-nya Iran” Hancur

Serangan hari Senin (6/4/2026) tergolong masif. Universitas Teknologi Sharif di Teheran—yang dijuluki “MIT-nya Iran”—mengalami kerusakan parah akibat bom penghancur bunker (bunker buster) .

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi serangan tersebut di akun X resminya. “Penjajah AS-Israel telah membom MIT-nya Iran,” tulis AraghchiAraghchi.

Universitas Teknologi Sharif di Teheran yang dihantam bom AS-Israel. X ABBAS ARAGHCHI

Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, menuduh AS menggunakan bom penghancur bunker. “Serangan bom penghancur bunker di Universitas Sharif adalah simbol kegilaan dan ketidaktahuan Trump,” kata Aref di X.

Sejak perang pecah pada 28 Februari 2026, Kementerian Sains Iran mencatat setidaknya 30 universitas telah terkena dampak serangan AS-Israel .

Korban Jiwa Membengkak

HRANA (Human Rights Activists News Agency) melaporkan total korban tewas di Iran sejak perang dimulai mencapai sekitar 3.600 orang, termasuk 1.665 warga sipil dan 248 anak-anak .