Strategi tempur Iran nyaris tak terbaca AS. Tanpa dokumen dan jejak analitis, taktik siluman ini siap bikin Amerika frustrasi.
KOSONGSATU. ID – Konflik antara Iran dan Amerika Serikat bukan sekadar adu kekuatan senjata tempur. Mantan Gubernur Lemhannas (2022-2024), Andi Widjajanto, membongkar sebuah realitas mengejutkan: strategi Iran nyaris tak terbaca oleh dunia.
Andi menekankan poin krusial bahwa intelijen dan analis militer global kebingungan menghadapi Teheran. Mereka menyembunyikan langkah strategisnya dengan sangat rapi. Tidak ada satu pun pakar yang sanggup meraba arah serangan negara mullah tersebut.
“Tidak ada dokumen resmi, tidak ada kajian akademik, bahkan tidak ada jejak analitis yang bisa dijadikan rujukan. Tidak ada satu analis militer pun di dunia yang bisa membacanya,” tegas Andi dalam sebuah wawancara televisi di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Ketertutupan absolut ini menciptakan keunggulan telak bagi Iran. Ketidakpastian yang mereka bangun sukses menyulitkan lawan, terutama Amerika Serikat, untuk merumuskan langkah balasan.
Persiapan 40 Tahun yang Melahirkan “Hantu” Militer
Andi menilai Iran tidak pernah bersikap reaktif. Teheran membangun kekuatan tempurnya selama 40 tahun secara bertahap. Mereka belajar banyak dari ragam konflik masa lalu, termasuk dari dua perang Irak yang memiliki tujuan militer jelas.
“Iran sudah menyiapkan retaliasinya ini dalam waktu 40 tahun,” ungkapnya.
Kehebatan strategi tak kasatmata ini terbukti ketika lawan menargetkan petinggi militer mereka. Terbunuhnya puluhan perwira tinggi Iran terbukti tidak meruntuhkan struktur komando. Sebaliknya, kehilangan ini justru membakar militansi pasukan di lapangan.




Tinggalkan Balasan