Satu hari operasi militer menguras kas negara hingga triliunan rupiah.


KOSONGSATU.ID—Langkah Amerika Serikat membuka konfrontasi militer langsung dengan Iran harus dibayar dengan harga yang sangat mahal.

Pada hari pertama bergulirnya “Operation Epic Fury”, kas negara langsung terkuras belasan triliun rupiah. Angka ini mencerminkan betapa besarnya beban finansial dari sebuah perang terbuka di era modern.

​Menurut laporan dari sejumlah media internasional termasuk Anadolu Agency pada 3 Maret 2026, Amerika Serikat menghabiskan sekitar USD779,17 juta atau setara dengan Rp13,1 triliun hanya dalam 24 jam pertama pembukaan operasi militer.

Nilai fantastis tersebut setara dengan 0,1 persen dari total anggaran pertahanan Amerika Serikat untuk tahun 2026.

​Biaya sebesar itu menguap seiring dengan hancurnya lebih dari 1.250 titik strategis di Iran. Serangan kilat ini melibatkan pengerahan kekuatan udara secara masif. Amerika menurunkan pesawat pengebom siluman B-2, jet tempur elit seperti F-18, F-16, hingga F-35.

Berdasarkan data pengajuan anggaran Departemen Pertahanan AS, operasi skuadron udara ini saja menghabiskan sekitar $271,34 juta untuk amunisi, bahan bakar, dan perawatan rutin.

​Amunisi Penembus Anggaran

​Selain operasional pesawat, harga amunisi yang ditembakkan juga membuat anggaran membengkak dengan cepat. Pada gelombang serangan awal, militer Amerika Serikat melepaskan sekitar 200 rudal jelajah Tomahawk.

Harga per unit rudal versi terbaru ini mencapai $2,5 juta, sehingga total biaya untuk peluncuran Tomahawk saja menelan angka USD340,4 juta.

​Bahkan sebelum peluru pertama ditembakkan, proses persiapan militer sudah memakan biaya besar. Estimasi pada 2 Maret 2026 menunjukkan bahwa mobilisasi kapal dan pesawat menuju kawasan konflik memakan biaya sedikitnya USD630 juta atau sekitar Rp 10,5 triliun.

Angka-angka ini langsung memicu reaksi dari berbagai lembaga riset kebijakan publik di dalam negeri.

​Lembaga think-tank Center for American Progress (CAP) dalam publikasi resminya pada 3 Maret 2026 menyoroti tajam hal ini.

“Dengan lebih dari $5 miliar dan terus bertambah, biaya Operation Epic Fury—hanya dalam beberapa hari pertama operasinya—sudah dapat menutupi manfaat Program Bantuan Gizi Tambahan (SNAP) untuk lebih dari 2 juta orang Amerika selama satu tahun,” tulis laporan tersebut.

​Meskipun kritik terkait tingginya biaya operasi terus mengalir, Gedung Putih bergeming. Presiden Donald Trump pada 3 Maret 2026 menyatakan bahwa operasi ini bisa memakan waktu empat hingga lima minggu, dan militer memiliki kemampuan untuk bertahan jauh lebih lama.

Keputusan ini memastikan bahwa arus kas negara akan terus mengalir deras ke medan perang dalam beberapa bulan ke depan.***