Langkah bersejarah Inggris, Australia, dan Kanada mengakui Palestina memicu perubahan besar peta diplomasi dunia. Israel menolak keras, sementara dukungan publik global terus menguat.


KOSONGSATU.ID — Tiga negara Barat, Inggris, Australia, dan Kanada, resmi mengakui negara Palestina pada Minggu (21/9). Keputusan ini menandai pergeseran besar dalam politik luar negeri setelah puluhan tahun, sekaligus memicu protes keras dari Israel.

Portugal dijadwalkan menyusul pengumuman serupa di New York pada hari yang sama.

“Untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian bagi Palestina dan Israel, serta solusi dua negara, Inggris secara resmi mengakui Negara Palestina,” ujar Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di akun X.

Kanada dan Inggris menjadi negara G7 pertama yang mengambil langkah ini. PM Kanada Mark Carney menulis, “Kanada mengakui Negara Palestina dan menawarkan kemitraan dalam membangun masa depan yang damai.”

Namun, langkah tersebut langsung ditentang Israel. PM Benjamin Netanyahu menyebutnya “imbalan absurd bagi terorisme” dan berjanji akan melawan di forum PBB.

Sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.219 orang, Israel terus menggempur Gaza. Data Kementerian Kesehatan Gaza yang diakui PBB mencatat lebih dari 65.000 orang tewas, mayoritas warga sipil. Situasi ini melahirkan krisis kemanusiaan akut.

Tekanan publik di Inggris turut mendorong keputusan Starmer. Survei YouGov menunjukkan dua pertiga anak muda Inggris mendukung Palestina. Wakil PM David Lammy menegaskan Inggris punya “tanggung jawab khusus” sejak Deklarasi Balfour 1917.

Menteri Luar Negeri Palestina Varsen Aghabekian Shahin menyebut pengakuan ini lebih dari sekadar simbolis. “Pesan jelas untuk Israel: pendudukan tidak bisa berlangsung selamanya,” ujarnya.

Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa menambahkan, negaranya segera bergabung. “Dengan bertindak sekarang, kami menjaga tetap terbukanya solusi dua negara,” katanya.

Hingga kini, lebih dari 140 dari 193 anggota PBB telah mengakui Palestina. Dengan bertambahnya dukungan dari negara-negara Barat, jalan menuju perdamaian Palestina-Israel memasuki babak baru—meski penuh tantangan. ***