Mari Buka Mata: Kita Sedang Diuji

Data terbaru memperkuat semua itu.

Inflasi Indonesia 2,65 persen — terkendali, tapi permintaan domestik melemah. Defisit transaksi berjalan 0,8 persen PDB, artinya kita masih bergantung pada pembiayaan luar negeri. Rupiah fluktuatif. Dan setiap kali ekonomi melambat, yang kita dengar lagi-lagi adalah “utang baru” dan “investasi asing”.

Apakah kita benar-benar berdaulat, kalau setiap krisis disembuhkan dengan pinjaman baru? Apakah kita masih merdeka, jika arah industri ditentukan oleh siapa yang menanam modal terbesar?

Lalu, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Bangsa ini tidak kekurangan semangat. Yang kurang adalah kesadaran—bahwa pertempuran ekonomi hari ini bukan lagi di pasar, tapi di kebijakan.
Dan itu bisa kita menangkan kalau mulai dari hal konkret.

Kita bisa mendukung kebijakan antidumping dan hilirisasi. Jangan anggap itu isu teknis. Itu benteng kedaulatan ekonomi. Juga mendorong pemerintah menurunkan ongkos industri dalam negeri — energi, logistik, bahan baku.

Selain itu, belanjakan uang di produk lokal. Setiap rupiah yang kita keluarkan bisa jadi perlawanan terhadap dominasi harga asing.

Kawal juga kebijakan fiskal dan moneter. Transparansi dan keberpihakan pada rakyat harus jadi dasar, bukan sekadar angka pertumbuhan.

Dan yang penting: bangun solidaritas ekonomi rakyat. Koperasi, UMKM, dan gotong royong adalah cara kita menyalurkan modal secara adil, bukan menunggu investor datang.

Dari Peringatan ke Kesadaran Baru

Sukarno pernah berteriak agar bangsa ini tidak diperdaya oleh wajah ramah kapitalisme. Kini, seruannya bukan lagi sekadar sejarah. Ia adalah alarm hari ini.

Kita sedang hidup di masa di mana harga bisa jadi senjata, dan utang bisa jadi rantai. Tapi bangsa yang sadar, bangsa yang melek, tak akan lagi mau dijajah — bahkan dengan cara yang paling halus sekalipun.

Saatnya membuka mata. Saatnya merebut kembali kendali atas ekonomi kita sendiri.

Dan seperti kata Bung Karno, “Bangsa yang besar bukan yang kaya modal, tapi yang tak mau diperbudak oleh modal.”***