Pengurus OPSHID dan warga mengumpulkan uang, material, bahan pangan, serta tenaga untuk membangun rumah keluarga Bu Busani. Penggalangan dana dilakukan ketika biaya pembangunan belum seluruhnya tersedia.

KOSONGSATU.ID — Sebuah telepon genggam yang baru dibeli dan cincin bermata zamrud menjadi bagian dari penggalangan dana pembangunan Rumah Syukur bagi keluarga Bu Busani di Desa Tebul, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan, Jawa Timur.

Rumah tersebut diperuntukkan bagi 15 anggota keluarga yang sebelumnya tinggal bersama dalam bangunan dengan atap bocor dan ruang terbatas. Pembangunannya digerakkan Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) Madura melalui sumbangan pengurus, anggota, dan warga.

Laporan OPSHID Media tertanggal 16 Oktober 2026 menyebut pembangunan dimulai pada 21 September, setelah survei lokasi dan pembongkaran rumah lama. Hingga penelusuran pada Senin (19/10/2026), belum ditemukan keterangan terbaru yang memastikan rumah telah selesai atau diserahterimakan.

Ponsel Rp1,2 juta, cincin menghimpun Rp16 juta

Sekretaris DPD OPSHID Madura, Kurniadi, menjelaskan bahwa bantuan tidak dibatasi dalam bentuk uang. Anggota organisasi juga menyerahkan barang pribadi untuk dijual atau dilelang.

Salah satunya Lukman, yang menyumbangkan telepon genggam yang baru dibelinya beberapa hari sebelumnya. Ponsel itu kemudian laku Rp1,2 juta.

“Dikasihkan ke saya untuk dijual. Saya tawarkan, alhamdulillah laku Rp1,2 juta, lalu seluruh hasilnya dimasukkan ke dana Rumah Syukur,” kata Kurniadi dalam wawancara di lokasi pada 11 Oktober.

Ketua DPD OPSHID Madura turut menyerahkan cincin bermata zamrud. Menurut Kurniadi, penggalangan melalui pelelangan cincin tersebut menghasilkan dana Rp16 juta.

Dana itu menjadi bagian dari pembiayaan pembangunan Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fathul Mubiin untuk keluarga Bu Busani.

Dari pasir hingga konsumsi pekerja

Dukungan juga datang dari seorang pemilik toko material yang mengirimkan satu truk pasir dan sekitar 20 sak semen plester. Kurniadi memperkirakan nilai bantuan tersebut sekitar Rp3 juta.

Menurutnya, donatur mengetahui kebutuhan pembangunan melalui dua anggota tim terapi yang melayani pasien di wilayah Tanah Merah.

Kepala desa ikut menyumbang untuk pembelian semen. Warga lainnya memberikan beras dan ikan untuk membantu kebutuhan konsumsi selama pekerjaan berlangsung.

Sebagian hasil penjualan produk Sehat Tentrem oleh jaringan mitra di Madura juga dialokasikan bagi pembangunan.

Beragam sumbangan tersebut memenuhi kebutuhan yang berbeda, mulai dari pembelian bahan bangunan hingga makanan bagi pekerja.

Tukang dan relawan bekerja bersama

Menurut Kurniadi, pekerjaan sehari-hari melibatkan tiga tukang dan dua kuli. Mereka dibantu relawan, termasuk dari lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah, yang datang menyumbangkan waktu dan keterampilan.

Ada yang membantu memasang bata, mengerjakan plester, atau menangani pekerjaan tambahan sesuai kemampuan.

“Kalau saya punya tenaga, ya tenaga. Ada yang memberi material, ada yang berupa dana,” ujarnya.

Keluarga Bu Busani meminta bangunan baru memiliki empat kamar untuk menampung para penghuni. Menurut Kurniadi, atap rumah lama bocor hingga harus ditutup terpal.

Pengurus memulai pembangunan dengan membeli semen, pasir, dan kerikil dalam jumlah terbatas, sembari melanjutkan pengumpulan bantuan.

Kegiatan ini dikaitkan OPSHID dengan tasyakuran Hari Sumpah Pemuda dan 98 tahun lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh dukungan, menurut pengurus, diarahkan untuk menyediakan rumah yang lebih aman bagi keluarga Bu Busani.***